Abstract
Latar belakang: Antibakteri adalah senyawa dengan kemampuan memperlambat dan menginaktivasi bakteri patogen yang menjadi sumber dari infeksi. Jenis bakteri yang sering ditemukan yaitu Staphylococcus aureus, Salmonella spp., Klebsiella spp., Escherichia coli dan Streptococcus pyogenes yang dapat menimbulkan gejala seperti peradangan hingga pembentukan abses. Nanopartikel perak (AgNP) merupakan partikel logam dengan ukuran 1–100 nm yang dikenal memiliki potensi antibakteri tinggi. Nanopartikel perak memerlukan reduktor untuk membantu terjadinya interaksi kimia (sintesis), sehingga dapat menjadi AgNP. Dalam proses pembentukan AgNP, diperlukan adanya agen pereduksi yang berperan untuk membantu terjadinya interaksi kimia (sintesis), sehingga ion perak (Ag⁺) dapat berubah menjadi nanopartikel perak (AgNP). Clitoria ternatea atau bunga telang digunakan sebagai bahan aktif dalam sintesis nanopartikel perak berbasis green synthesis yang ramah lingkungan, di mana senyawa flavonoid berperan sebagai agen reduktor dan penstabil. Tujuan: Untuk mengetahui potensi nanopartikel perak bunga telang sebagai agen antibakteri melalui pendekatan studi in silico. Metode: Dalam pengembangan senyawa antibakteri untuk mengidentifikasi kemungkinan interaksi molekuler keterikatan senyawa pada protein target. Hasil: Hasil docking menunjukkan bahwa senyawa Quercetin memiliki nilai binding affinity sebesar -5,96 kkal/mol pada reseptor 6J90, mengindikasikan afinitas ikatan lebih tinggi dibanding ligan alaminya (2,71 kkal/mol). Simpulan: Berdasarkan hasil yang didapatkan bahwa senyawa Quercetin dari nanopartikel perak bunga telang memiliki potensi yang baik untuk dikembangkan sebagai kandidat antibakteri efektif.
